Renungan Ringan
Seorang Caleg (Calon Anggota Legislatif / DPR) memanggil photographer untuk foto diri bagi kepentingan kampanye. 30 x dijepret si Caleg tidak juga puas dengan hasil fotonya. Tidak ada yang bisa dipilih. Tambah lagi jepret 20 x. Masih juga belum puas.
Kata photographer :“Begini Pak. Saya sudah biasa buat foto diri untuk kampanye para pejabat. Setelah foto beberapa kali, pilih saja mana yang bapak anggap paling baik. Setelah itu adalah tugas saya untuk edit sesuai harapan bapak agar tampak bagaimana. Semua juga begitu Pak”.
Si Caleg setuju dan dari 50 x jepret tadi dipilih satu. Sambil komentar :“Nah ini lumayan, cuma warna kulit wajahnya kurang cerah. Lubang-lubang flek bekas jerawat jangan tampak. Rambut hitam mesti tampak ada kilapnya. Kening boleh berkerut dikit tanda sedang berpikir. Pandangan mata tajam tapi sayu melihat jauh menatap masa depan. Bisa kamu buat begitu?”
:“Siap Pak! Semua itu saya sudah biasa lakukan. Dalam 3 hari saya bisa bawa hasilnya untuk segera bisa Bapa cetak”.
Deal sepakat. 3 hari kemudian, sore hari, sang Caleg bersama istrinya sudah menunggu di ruang tamu. Photographer tepati janjinya. Datang membawa hasil foto edited nya dalam ukuran agak besar.
Begitu foto diserahkan, sang Caleg terkejut spontan komennya :“Waah benar juga ya, jadinya bagus sekali”. Istrinya juga manggut-manggut sambil terus mengamati tanpa kata. :“Bagaimana Say.., menurut kamu?” Tanya si Caleg pada istrinya. :“Coba panggil Amran (anaknya yang masih SMP) biar dia juga melihatnya Pa”.
Amran datang dan foto itu diperlihatkan sambil berkata :“Coba lihat foto ini…bagus khan?” Amran serius mencermati foto itu…sambil berkata :“Bagus Pak foto ini..bagus Pak…” kemudian lanjutnya dengan polos :“Foto siapa ini Pak ya !?!”
(catatan hy 181022)